Rabu, 17 Agustus 2016

Manisnya Berbuka Bersama Senja

Hari Ketujuh: Jum'at, 24 Juni 2016

Pagi ini aku bangun dengan perasaan bahagia. Pagi semakin terasa segar setelah mandi. Bersama keramaian ibu-ibu yang mengisi air drumnya dan ibu Jun yang siaga dengan dagangannya di depan rumah, aku membuka laptop. Mencatat kenangan-kenangan yang manis.

Merasa cukup, aku beranjak ke dapur. Menghangatkan ikan dan sambal. Aku  menemukan udang kecil-kecil yang sudah tergoreng dengan telur di bawah penutup makanan yang terbuat dari anyaman bambu. Aku pun menghangatkannya. Ternyata, udang-udang itu hasil tangkapan Jun dan Daman. Semalam mereka pergi ke Tajungan menangkap udang dan mendapatkan dalam jumlah yang banyak, itu kata Eeng. Wah... sungguh manis rasanya udang-udang ini, enak dan segar. Juga amat gurih. Aku telah sering makan udang kecil-kecil sebagaimana ini, namun baru kali ini rasanya sangat enak.

Aku protes pada Jun karena tidak mengajakku menangkap udang. Kamu tidur, kata Jun datar tapi dengan muka brengsek. Iya juga sih, aku mungkin juga gak bakalan mau dibangunin, begitulah aku pun berhenti protes.

Hari ini aku memang tidak ingin kemana-mana. Aku hanya ingin bersantai di rumah, sambil diam-diam menunggu sore, kapankah ia lekas datang. Belakang rumah adalah tempat faforitku, terutama di atas tembok karang jikalau senja mulai hadir. Barangkali karena senja yang megah kutemukan kemarin, sore ini aku menunggu senja lebih dari sore biasanya.

Sebagaiman perasaan yang kehadirannya senantiasa tak teraba, demikianlah senja mendatangiku sore ini. Bilamana kemarin dia datang dengan begitu megah dan menakjubkan, hari ini senja datang demikian lembut, sederhana, dan amat mempesonakan hati. Senja dengan warna jingga penuh. Laut yang kemarin merah panjang, sekarang berwarna kuning lembut. Lembut sekali...

Perasaanku dibuatnya ringan. Semakin ringan saat bedug kali ini kami menyantap menu buka di belakang rumah, bukan di ruang makan. Kami sekeluarga makan berbagai jenis ikan baik dibakar, digoreng, atau direbus di bawah sapuan warna senja yang anggun. Kami berbuka dengan ceria, sambil sesekali saling melemparkan canda. Aku makan dengan sangat lahap. Daging kepiting bakar yang dibakarkan Jun, terasa empuk, manis, dan segar. Nikmat....surga....

Malam ini, bintang bertaburan banyak sekali. Di langit yang cerah itu, mereka berkelip indah dan terlihat jelas sekali. Aku tertegun diam di atas lincak. Jun masih meyakinkanku apa benar aku tidak jadi ikut serta mencari udang? Aku mengangguk yakin. Jun, Daman, dan seorang lagi pergi mencari udang dengan membawa alat penerang.

Tumben sekali, Jun bangunin aku untuk makan sahur. Aku kan belum puasa[]

Malang, 17 Agustus 2016


0 komentar:

Posting Komentar