Saat
melihat si bungsu Luqman kebingungan mencari seragamnya yang tidak ketemu di
antara tumpukan bajunya, dia berlari ke dapur. Di tengah kebingungannya mencari
seragam karena sudah siang, dengan sedikit berteriak, dia bertanya kepada ibuk.
Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Eng ing eng… Alih-alih mendapatkan petunjuk
atau bantuan mencari seragamnya yang entah ketlingsut di mana, si bungsu
yang sedang kebingungan itu mendapatkan semburan api. Hahaha saya yang
melihatnya kontan tertawa ngakak. Sedang bapak sudah senyum-senyum sambil
beranjak ke kamar tempat lemari baju si bungsu.
Sejurus,
saya memasuki lorong waktu, kembali ke belakang waktu. Saat itu saya masih
gadis kecil yang sedang mengenakan seragam merah putih. Dengan rok merah pendek
dan baju putih pendek tanpa jilbab. Saya bingung mencari kaos kaki putih yang tidak
ada di tempat biasanya. Tangan kecil saya mengangkat lipatan baju-baju dengan
cepat. Tidak ketemu. Saya ulangi berkali-kali. Tidak ketemu juga. Saya sudah
mau menangis. Lalu, meski saya tahu apa akibatnya jika bertanya pada ibuk, saya
tetap gagah berani (alias memberanikan diri haha) pergi ke dapur dan bertanya
kepada ibuk. Tapi apa yang saya dapat? Wah tentu saja semburan api, padahal waktu
itu belum musim Avatar dan Negara apinya wkwk. Sambil melotot, lengkap dengan
bunyi glontang-glanting dari sutil dan penggorengannya, ibuk berteriak,
“Begitu ya! Teruskan menjadi anak perempuan yang gak rapi dan gak
bertanggungjawab pada miliknya sendiri! Kalau terus begitu kamu akan tahu
sengsaranya menjadi perempuan...” Cut. Masih panjang lagi sebenarnya, Kawan.
Saya
membalikkan badan dengan lemas. Kembali ke depan lemari di kamar. Sudah ada
bapak senyum-senyum sambil telaten mengangkati satu per satu baju di lemari.
Tidak ada. Bapak berlari ke samping rumah, menuju tempat jemuran. Saya
mengikuti di belakangnya. Bapak menggeser jemuran satu-satu dengan telaten. Itu
dia! Bapak tersenyum melihat kaos kaki putih saya mecungul di depan
mukanya.
Senin
pagi itu saya sekolah dengan mengenakan kaos kaki putih seperti teman-teman
lainnya :)
0 komentar:
Posting Komentar