Kemarin,
saat menyeberang di jalan sekitar Pasar Comboran, saya sudah tak terhentak
sekeras awal kali bapak meraih tangan saya untuk menyeberang di waktu dewasa.
Saya sengajakan pasrah seperti anak kecil yang dituntun orangtuanya yang ingin
melindungi dan karena kekhawatiran, sebagaimana saya sengajakan diam sambil
terus mendengar saat ibuk ngomel cerewet meski di usia saya yang telah dewasa.
Saya menyukai keduanya. Karena, di hadapan bapak dan ibuk, saya ingin terus
terlihat sebagai kanak-kanak, yang terus akan dikhawatirkan dan diingatkan.
Terus dan terus... *Mripat wes mbrabak abang.
Sabtu, 14 Mei 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar