Sabtu, 14 Mei 2016

TIGA: BAPAKKU LELAKI IYYESS!!!

Maksud hati pulang supaya bapak istirah sejenak (maksudnya, hanya fokus bekerja, istirahat, makan, dan seneng-seneng menonton video Dangdut dan Gambus yang memang sengaja saya doawnload dan bawakan dari Jogja), tapi apa daya, bapak ya bapak. Tipikal lelaki yang tidak memisahkan pekerjaan publik dan domestik sebagai tanggunggjawabnya. Tipikal lelaki yang mendedikasikan hidup untuk melayani, bukan dilayani. Tipikal lelaki mandiri. Dan... tentu saja tipikal bapak yang sayang kepada anaknya dengan luar biasa. Apalagi saya anak perempuan semata wayang. Kekekek (PD)

Pagi-pagi, saat saya belanja bersama ibu-ibu yang lain, di rumah bapak tengah menyapu dan mengepel. Saat saya masak, bapak di Kamar Mandi mencuci piring, sambil teriak-teriak menyanyikan lagu Dangdut "Jera". Di Dapur, saya ngikik-ngikik. Terkadang, kalau saya yang mencuci piring, bapak merebus air, menyiapkan wedang kopi, teh, atau wedang jahe. Kalau saya mencuci baju, bapak yang menjemur. Pendeknya, bapak tidak akan bersantai jikalau melihat saya masih ublek-ublek dengan pekerjaan domestik di rumah.


Barangkali tanpa saya sadari, tipikal lelaki seperti bapak telah tertanam dalam alam bawah sadar saya. Sehingga, tipe-tipe lelaki yang pernah (dan sedang) membuat saya kesemsem adalah mereka yang mandiri baik secara pribadi maupun finansial, yang tidak segan masuk dapur dan menjemur pakaian, yang tidak merasa merosot gengsinya karena memegang sapu dan lap pel. Dan tentu saja, yang dalam jiwanya terpendam dan terpancar kasih sayang. Sifat turunan dari Tuhan itu....

0 komentar:

Posting Komentar