Maksud
hati pulang supaya bapak istirah sejenak (maksudnya, hanya fokus bekerja,
istirahat, makan, dan seneng-seneng menonton video Dangdut dan Gambus yang
memang sengaja saya doawnload dan bawakan dari Jogja), tapi apa daya, bapak ya
bapak. Tipikal lelaki yang tidak memisahkan pekerjaan publik dan domestik
sebagai tanggunggjawabnya. Tipikal lelaki yang mendedikasikan hidup untuk
melayani, bukan dilayani. Tipikal lelaki mandiri. Dan... tentu saja tipikal
bapak yang sayang kepada anaknya dengan luar biasa. Apalagi saya anak perempuan
semata wayang. Kekekek (PD)
Pagi-pagi,
saat saya belanja bersama ibu-ibu yang lain, di rumah bapak tengah menyapu dan
mengepel. Saat saya masak, bapak di Kamar Mandi mencuci piring, sambil
teriak-teriak menyanyikan lagu Dangdut "Jera". Di Dapur, saya
ngikik-ngikik. Terkadang, kalau saya yang mencuci piring, bapak merebus air,
menyiapkan wedang kopi, teh, atau wedang jahe. Kalau saya mencuci baju, bapak
yang menjemur. Pendeknya, bapak tidak akan bersantai jikalau melihat saya masih
ublek-ublek dengan pekerjaan domestik di rumah.
Barangkali
tanpa saya sadari, tipikal lelaki seperti bapak telah tertanam dalam alam bawah
sadar saya. Sehingga, tipe-tipe lelaki yang pernah (dan sedang) membuat saya kesemsem
adalah mereka yang mandiri baik secara pribadi maupun finansial, yang tidak
segan masuk dapur dan menjemur pakaian, yang tidak merasa merosot gengsinya
karena memegang sapu dan lap pel. Dan tentu saja, yang dalam jiwanya terpendam
dan terpancar kasih sayang. Sifat turunan dari Tuhan itu....
0 komentar:
Posting Komentar