Sabtu, 09 Januari 2016

Di Penghujung Tahun 2015: Melayani LSdP(Liburan Sastra di Pesantren)#13 Komunitas Matapena


di Pulau Merah. Diambil dalam kunjungan pertama

Lama sekali tidak ngeblog. Semoga mulai subuh di tanggal 09 Januari 2016 ini, saya bisa rutin kembali. Nah, niat positif ini ingin saya mulai dengan menceritakan aktifitas saya sebulan di akhir tahun 2015. 
Semenjak bulan November, saya sudah komunikasi intens dengan mbak Isma sebagai ketua Komunitas Matapena terkait tempat pelaksanaan LSdP#13. Rencananya di Temanggung, area rawan teroris, berpindah ke PP. Daarul Amanah Sukorejo. Namun karena alasan teknis, Sukorejo gagal. Gayung bersambut rupanya, Matapena mendapat lamaran supaya LSdP#13 digelar di Blokagung Banyuwangi saja. Fix.
Di akhir Desember kami merapat di Warung Kopi Matto. Banyak yang kami rembugkan. Pada rapat kedua di Rumah Mas Kardi--yang akan menjadi Fasilitator Produksi Film--manual acara telah fix. LSdP#13 memiliki konsep yang berbeda dengan konsep LSdP sebelumnya. Untuk kali ini, LSdP akan dilaksanakan selama empat hari dengan dua kelas yaitu Kelas Menulis dan Kelas Produksi Film.

Bersamaan dengan menyusun jadwal tugas dari Matapena, sekalian saya menjadwalkan niat saya untuk menghabiskan Desember di samping bapak di Malang. Rencananya, tanggal 06 Desember saya akan meluncur ke Banyuwangi dari Stasiun Lempuyangan dengan Kereta Sritanjung. Sehari selanjutnya akan saya habiskan dengan menyurvei lokasi di Pesantren Mukhtar Syafa'at Blokagung Tegalsari Banyuwangi dan Pulau Merah. Tanggal 08nya saya memilih Kereta Tawang Alun untuk menemui bapak di Malang via Stasiun Kalibaru Banyuwangi. Mendekati 12 Rabi'ul Awwal, saya akan meluncur ke Madura, melepas kangen kepada ibuk dan si bungsu di momen tradisi maysarakat Madura merayakan kelahiran Kanjeng Nabi. Riuh rendah anak-anak berebut gunungan buah sudah terbayang seru. :D Dari Madura, saya akan meluncur ke Banyuwangi via Stasiun Gubeng Lama dengan kereta yang sama, Sritanjung. Begitulah... :D  

0 komentar:

Posting Komentar