Rabu, 13 Agustus 2014

SATU TITIK KECIL DI DUNIA YANG HIJAU

1435 Hijriah, adalah dimana kali pertama saya bisa berkesempatan menunaikan sholat ‘idul fitri di salah-satu desa kecil yang berada di Pulau Madura. Sebuah pulau kecil di ujung timur pulau Jawa. Ya, di titik pulau kecil, di antara ribuan pulau kecil yang ada di Indonesialah pagi 1 syawal itu saya berdiri tegak bersama muslimin-muslimat lainnya.

Di antara rerimbunan ummat muslim bermukenah dan berpecis putih mulut dan hati saya bertakbir. Menggemakan keagungan-Nya. Betapa saya bahagia dalam tangisan yang paling sunyi pagi itu bersama alam yang menghijau. Dalam sujud, bersama ummat muslim yang lainnya, saya sujud sepenuhnya sujud di altar masjid. Sebuah masjid sederhana yang berada di tengah sawah yang menghijau dimana di bawahnya air sungai yang jernih mengalir sendu. Kejernihan airnya seakan mengaliri darah dan denyut nadi yang pasrah setelah sebulan penuh disuguhi-Nya beribu keberkahan bersama bulannya yang penuh berkah.

Gusti,,, gondelani ati. Aku menyebutmu, aku mengingatmu, aku nggondelimu dalam diam dan dalam bersuara, dalam jaga dan istirah, dalam langkah dan geming, dalam isi dan kosong, dalam iya dan tidak, dalam gamang dan mesra, dalam dan di luar…
Gusti,,, gondelani ati… engkang sawiji… dalem nyawiji-Mu…

Madura,

Setelah menapaki makam dan makam. Bujuk saron dan Pemakaman…

0 komentar:

Posting Komentar