Senin, 14 Juli 2014

Tentang Surat Cinta


Berbahagialah hai kau anak manusia, yang dalam pada hidupmu telah mampir apa yang bernama surat cinta. Bukan! Ini bukan surat cinta yang dikirim oleh seorang pendusta dan mengatasnamakannya surat cinta kepada seseorang. Ini adalah tentang sebenar-benarnya surat cinta. Dari seorang kekasih kepada yang terkasih.


Kau tahu bagaimana itu? ia adalah surat yang kertasnya berasal dari Lauh mahfudz-Nya. Tintanya dari bahan kasih murni. Kata-katanya lahir dari endapan cinta yang merona. Dan siapa pun yang membacanya, akan merasakan kehangatan dan getaran lembut pada akar dan cabang-cabang jantungnya. Lalu, urat beserta syaraf-syaraf tubuhnya mengeluarkan energi yang baik bak cahaya kunang-kunang yang memberi cahaya disaat gelap. Hatinya, basah dengan kesejukan bagaikan kelopak mawar segar yang penuh dengan manik-manik kesejukan dan beningnya embun pagi. Jiwanya yang tertutup kabut, menyingkap ma’rifat karena fajar di depan cermin matanya.

Ia seorang anak manusia yang bagai terlahir kembali. Ia merasa suci saat membaca kejernihan cinta pada tiap-tiap hurufnya. Karena di sana pula ada kesucian, kejernihan, dan kejujuran. Meresapi maknanya, seolah ia benar-benar hanya berjarak seurat nadi dengan Tuhannya. Ada getar suci dan abadi di sana…


Malang, 16 Ramadhan 1435 H


 

0 komentar:

Posting Komentar