Berbahagialah hai kau anak
manusia, yang dalam pada hidupmu telah mampir apa yang bernama surat cinta.
Bukan! Ini bukan surat cinta yang dikirim oleh seorang pendusta dan mengatasnamakannya
surat cinta kepada seseorang. Ini adalah tentang sebenar-benarnya surat cinta.
Dari seorang kekasih kepada yang terkasih.
Kau tahu bagaimana itu? ia
adalah surat yang kertasnya berasal dari Lauh mahfudz-Nya. Tintanya dari bahan
kasih murni. Kata-katanya lahir dari endapan cinta yang merona. Dan siapa pun
yang membacanya, akan merasakan kehangatan dan getaran lembut pada akar dan
cabang-cabang jantungnya. Lalu, urat beserta syaraf-syaraf tubuhnya
mengeluarkan energi yang baik bak cahaya kunang-kunang yang memberi cahaya
disaat gelap. Hatinya, basah dengan kesejukan bagaikan kelopak mawar segar yang
penuh dengan manik-manik kesejukan dan beningnya embun pagi. Jiwanya yang
tertutup kabut, menyingkap ma’rifat karena fajar di depan cermin matanya. Ia seorang anak manusia
yang bagai terlahir kembali. Ia merasa suci saat membaca kejernihan cinta pada
tiap-tiap hurufnya. Karena di sana pula ada kesucian, kejernihan, dan
kejujuran. Meresapi maknanya, seolah ia benar-benar hanya berjarak seurat nadi
dengan Tuhannya. Ada getar suci dan abadi di sana…
0 komentar:
Posting Komentar