Senin, 02 Juni 2014

WAJAHKU WAJAH TOPENG


“Beramal” itulah kata Cak Nun. Sesuatu yang dianjurkan oleh Tuhan pada pada makhluk-Nya. Beramal bukan berarti kita menamasukkan uang receh di kotak amal musholla-musholla atau masjid-masjid di pinggir jalan. Beramal adalah bekerja. Bekerja adalah berkarya. Beramal adalah bekerja. Bekerja adalah berkarya. Berkarya, selain untuk mengoptimalkan apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada makhluknya, adalah juga suatu pekerjaan yang akan berbuah manis. 

Manusia yang huduts bisa sedikit mengulur kefana-annya di panggung sandiwara dunia ini. Misalnya manusia yang berkarya lewat tulisan, maka meski jasadnya telah absen terlebih dahulu dari dunia fana ini, pikiran, getaran emosi, dan seluruh perasaannya yang pernah terekam bersamanya dalam ruang imajinasinya, tetap lebih lama bertahan di bandingkan dirinya yang lain yang telah rusak karena hukum alam sudah tiba padanya. Buah karyanya masih bisa diraba, dibaca, difahami, dikunjungi oleh manusia lainnya. Ia telah mati, tapi ternyata ia tidak benar-benar mati.

Begitu juga dengan manusia lain yang bekarya dengan bakat atau kemampuannya masing-masing. Mulai dari melukis, menari, bertani, dst. Tentu saja sesuai dengan kadar bidang masing-masing. Begitu juga dengan membuat topeng atau wayang juga alat-alat musik yang pernah dikaryakan oleh para walisongo. Saya sendiri tidak hidup di zamannya apalagi bertemu langsung dengannya. Saya yang terpaut jauh dengan zaman walisongo, tapi masih bisa merasakan manfaat dan dampak dari karya-karya mereka. Allaahummahgfilahum.

Saya memang bukan tipikal manusia yang bisa, hobi, atau suka membuat topeng. Tapi kemarin, saya berkesempatan menjadi bagian proses kreatif pembuatannya. Yah… karena saya tidak bisa membantu banyak dalam pembuatan, saya usahakan minimal melakukan sesuatu yang saya bisa. Teman saya bilang, wajah saya imut dan dia sedang membutuhkan master  topeng seperti wajah saya. Ya saya… MAULAH!

Kenapa saya mau? Hm… yang jelas, karena teman. Bagi saya, menjadi seorang teman adalah bisa bermanfa’at kepada temannya. Kedua, saya berfikir, Tuhan telah menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Nah, untuk menembel kekurangan bakat dan minat saya pada pembuatan topeng, usaha saya adalah dengan menyodorkan master wajah saya untuk dijadikan topeng. Juga, setidaknya kalau hukum alam kehancuran jasad saya telah mendekati, berarti wajah saya juga akan ludes. Setidaknya, salah seorang teman telah memiliki cetakan wajah saya pada salah satu topengnya. hehehe

02 juni 2014

1 komentar: