Perempuan itu diculik dari
mimpinya. Lalu cahaya memancar dari mana-mana. Perempuan itu diserbu silau dan
tak kuat menahan serbuan cahaya dari mana-mana. Ia hanya punya satu-satunya
kekuatan pada keadaan seperti itu. Tanpa berfikir, ia menyebut nama Tuhannya
keras-keras. Tuhan dan Nabinya. Tiba-tiba seseorang menariknya. Jubah putih dan
sorbannya mengelebat diantara kemilau cahaya. Pada akhirnya, perempuan itu bisa
menatap wajah seseorang itu. Seorang lelaki berwajah campuran Timur Tengah dan
Jawa. Dengan jambang dan brewoknya.
Perempuan itu telah bersamanya
di sebuah tempat yang benar-benar asing. Di sebuah bangunan tua bermarmer,
beberapa pendopo dari kayu jati, dan beberapa cungkup makam di sana-sini.
Banyak orang dengan pakaian lusuh seperti sama-sama tak menghiraukan yang lainnya
dan sekelilingnya. Semua sibuk entah apa, pada siapa, dan untuk siapa!
Di pelataran, beberapa orang
tidur terlentang dan melakukan gerakan-gerakan aneh tak beraturan. Mata
perempuan itu menangkap sosok yang khas di ingatannya. Sosok yang belakangan hari
ini telah masuk dalam lingkaran kehidupannya. Sosok berbaju hitam, celana kain
hitam, berambut ikal panjang, dan udeng biru tuanya. Ada sedikit rasa senang
ada yang ia kenal di tempat asing ini. Senyum perempuan itu rekah dan kaki-kaki
kecilnya mulai menggedel akan mendekati.
“Mau kemana?” kata lelaki
paruh baya di sampingnya dengan gerakan agak menahan
“Ke Mas El” katanya polos
“Jangan”
“Tapi kenapa? Saya
mengenalnya. Dia temanku. Sudah semestiya kami bertegur sapa kan?” perempuan
itu bertanya-tanya
“Jangan. Sebelum kamu kecewa”
suaranya teduh dan ayem di hati
“Kenapa kecewa?” perempuan itu
seperti berkata pada dirinya sendiri dimana pandangannya tetap melekat pada
sosok di sana yang tengah melakukan gerakan-gerakan yang ia tak mengerti.
Gerakan-gerakan pencarian, komunikasi, atau entahlah!
“Dia telah lama di sini. Dan
dia, tidak akan mengenalmu”
Perempuan itu menangis.
Hatinya jerjerembab ke tanah yang paling dasar. Ia telah sadar siapa dirinya
dan siapa sosok di sana. Laki-laki paruh baya di sampingnya, memapahnya untuk
pergi ke suatu tempat….
Lalu gambar orang bersliweran
dan gambar putih. Memutih…
01 Juni 2014


0 komentar:
Posting Komentar