![]() |
Hai tempat indah! Tempat teromantis sedunia! aku kan datang padamu. Menulis puisi di sana! |
Aku
ingin sekali ke Paris. Menjejakkan kaki di tanahnya, menghirup udaranya, berada
di bawah payung langitnya, menikmati senjanya, dan merasakan langsung suasana
kesenian dengan para senimannya di surup hari. Aku ingin sekali. Ingin sekali,
Tuhan, merasakan udara di bagian Negara-Mu yang lain. Karena itu, aku selalu
berdoa, selalu menghidupkannya dalam ingatan, juga mentasbihkannya dalam hati.
Baru
kemarin seorang kenalan mengirimkan kabar kalau akhir bulan ini akan terbang ke
Austaralia. Senang sekali mendengarnya. Turut senang! Sungguh. Setelah
berkeliling Amerika sambil menuntut ilmu di Hawai, sekolah musim panas di
Bangalore India, Kau mengirimya lagi untuk merasakan panorama alam di negri
kangguru itu. Tuhan… aku juga ingin. Ingin sekali.
India!
Aku juga ingin ke Bangaloremu. Membeli sari, mahendi, dan buku-buku Mahatma
Ghandi langsung di sana. Di tanah Hindu.
“Cepet bahasa Inggrisan, ”
katanya menyemangati. “Iya, Mbak, kuselesaikan dulu skripsi dua bulan ini.
Bismillah lancar.” Setelah itu mau ngeces-ngeces bahasa Inggris. Lalu mencoba
mengadu peruntungan nasib dengan rajin browsing dan mengaplay aplikasi.hehe.
Bismillah.
Keinginanku
sudah sampai dipuncak ubun-ubun. Masa depan, oh! masa depan!. Bersama Sang
Pencipta, hampirilah aku dengan keberuntungan, kesenangan, dan kebahagiaan.
Telah sejak lama bapak-ibuk mengirim doa untuk anak gadisnya ini dengan
diam-diam. Dan aku, juga dengan diam-diam, telah lama mengetahuinya. Tuhan,
Gusti, semoga senyum rekah dan hati bermekaran akhirnya menghampiri mereka
berdua. Bapak-ibuk. Melihat aku memetik impian dan senyum yang rekah pula. Lalu
menghirup wanginya dalam-dalam, dengan khidmat. Bismillah Bismillah……

.jpg)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar