![]() |
| Foto Oleh Iseng Art: Di atas sampan dari Pulau Sadulang Kecil menuju Pulau Sapeken |
"Aku Ingin Menyapamu dalam maluku...."
Aku Ingin Menyapamu dengan cara yang paling berbeda.
Mengapa? Karena perasaan ingin menyapamu yang sedang aku rasakan kepadamu begitu ganjil. Begitu berbeda.
Ada perasaan malu yang amat tinggi tapi tidak melebihi perasaan Aku Ingin Manyapamu. Meski begitu, perasaan Aku Ingin Menyapamu yang kurasakan kepadamu, mengalah pada malu.
Ya, Aku Ingin Menyapamu. Tapi mungkin dengan cara yang paling halus dan paling samar.
Karena begitulah caramu menyapaku malam itu. Yang bertandang kedalam mimpiku saat aku tidur pulas pada dini hari. Menatapku teduh hingga aku gemetar. Lalu lembut meraih tanganku dengan tanganmu yang hangat. Tubuhmu bersahaja-wibawa. Mungkinkah aku jatuh cinta kepadamu di dalam mimpi?
Aku Ingin Menyapamu waktu itu. Tapi malu kepadamu membuat keinginan dan sikapku tidak berbanding arah. Kamu, membuatku menunduk dalam. Sementara tanganmu terus menggenggam tanganku hangat. Dan wajahmu masih teduh memandangiku yang menunduk, berat dipenuhi rasa malu. Aku Ingin Menyapamu.
Aku Ingin Menyapamu. Namun tak mampu meski sekadar dalam tidurku.
Aku Ingin Menyapamu dalam maluku....
Malang, 18 Juli 2016

0 komentar:
Posting Komentar