Sabtu, 14 Mei 2016

SATU: BAPAK DAN SIKAP KUROWO SAYA


Kemarin, pagi benar, saya menelfon seorang teman untuk saling koordinasi terkait persiapan suatu acara. Saya pencet nomornya, klik, nyambung, dan diangkatlah panggilan saya. "Halo," kata suara di seberang, dari suaranya saya tahu dia masih baru bangun tidur. Langsung saja saya to the point terkait keperluan saya. Ya seperti biasa, sebagaimana kalau saya menelfon dengan teman-teman di Jogja pada umumnya. Sambungan telpon mati, bukan karena obrolan selesai, namun pulsa saya ternyata habis. Maklumlah beda operator.


Tetiba suara bapak terdengar, saya langsung menoleh sambil nyengir. Ternyata, sedari tadi bapak ada di samping. Bapak menegur dengan lembut dan bijak kenapa saya membuka obrolan via telfon tidak dengan salam. Sambil nyengir-nyengir saya nyeletuk, "Nganu... nganu, Pak... sampun akrab kok..." Lalu bapak menasihati. "Enjeh...," jawab saya. Bapak menasihati lagi. "Enjeh...," jawab saya lagi. Bapak menasihati lagi. "Enjeh....," begitu lagi. Begitu terus. Huha... saya lupa je kalau sedang tidak di Jogja, tapi di Rumah. Sikap Kurowo saya terbawa ternyata... kekekek

0 komentar:

Posting Komentar