Kemarin,
pagi benar, saya menelfon seorang teman untuk saling koordinasi terkait
persiapan suatu acara. Saya pencet nomornya, klik, nyambung, dan diangkatlah
panggilan saya. "Halo," kata suara di seberang, dari suaranya saya
tahu dia masih baru bangun tidur. Langsung saja saya to the point
terkait keperluan saya. Ya seperti biasa, sebagaimana kalau saya menelfon
dengan teman-teman di Jogja pada umumnya. Sambungan telpon mati, bukan karena
obrolan selesai, namun pulsa saya ternyata habis. Maklumlah beda operator.
Tetiba
suara bapak terdengar, saya langsung menoleh sambil nyengir. Ternyata, sedari
tadi bapak ada di samping. Bapak menegur dengan lembut dan bijak kenapa saya
membuka obrolan via telfon tidak dengan salam. Sambil nyengir-nyengir saya
nyeletuk, "Nganu... nganu, Pak... sampun akrab kok..." Lalu bapak
menasihati. "Enjeh...," jawab saya. Bapak menasihati lagi.
"Enjeh...," jawab saya lagi. Bapak menasihati lagi.
"Enjeh....," begitu lagi. Begitu terus. Huha... saya lupa je kalau
sedang tidak di Jogja, tapi di Rumah. Sikap Kurowo saya terbawa ternyata...
kekekek
0 komentar:
Posting Komentar