Ini tentang Agustus dan September yang merah dan bergairah. Namun setelah kulihat lebih dalam, kutemukan suatu hal yang paling sunyi.....
--Aku Dan Kesunyianmu, Sayangku--
Angin bulan Agustus telah lewat, Kasih... dan di sana, Kau datang bersama angin yang kemarau. Hening dan sunyi, sampai aku tergeragap menangkap kalian dalam pelukan.
Angin bulan Agustus telah pamit, Sayang... dan Kau tahu, mawarmu telah kering menghitam. Merah saganya telah lenyap bersamaku. Bersama rindu yang terlanjur beku.
Angin bulan Agustus sudah tak terlihat, Cinta... di mata telah tampak senyum September. Tapi semakin kudekati dan kukaji senyumnya, ia sesungguhnya adalah ia. Keheningan. Kesunyian.Kesunyian yang paling dalam...
Aku mencintaimu....
September yang sunyi
0 komentar:
Posting Komentar