Wedang uwuh menguapkan aromanya yang khas
Sirih, daun salam, jahe dan zat yang memerahkan jernihnya
Mengaduk-ngaduk di depan hidung
Para makhluk dengan tenang menjaga beringin yang telah menua
Entah sejak kapan
Seakan menyindir siapa saja yang bertandang pada malam
Seakan mereka takut malam mengucilkannya
Mata itu, mata itu masih saja ngembara
Ngembara di samping belah kekasihnya
Ngembara antah barantah
Ngembara masa lalu
Ngembara masa akan
Namun, betapapun, wedang uwuhlah yang selalu menebas penciuman
Menebas hatinya yang diam-diam berdenyar
Membungkanm bulu roma
Dan ia kembali pada muka wedang uwuh
Dan ia sadar tak ada siapa-siapa selain kekasihnya yang setia di sampingnya
Kekasihnya, yang pada setiapa langkahnya terselip dirinya....
24 juni 2014
0 komentar:
Posting Komentar