Rabu, 23 April 2014

Ibuk!

Ibuk! anakmu sudah dewasa. Begini rasanya dibelenggu kebingungan pada lelaki mana akhirnya hati ini benar-benar kuatambatkan. Semuanya lelaki yang baik! Yang saleh dan ‘alim. 


Ibuk, sebenarnya telah ada lelaki yang pernah merebut hati ini. Dia juga lelaki yang baik. Dia pandai dan santun. Dan apa yang pernah aku rasakan padanya mula-mula seperti ilham, seperti wahyu. Rasa yang lembut dan hangat itu datang tiba-tiba, begitu saja. Dan tak sempat aku mengelak!


Ibuk, telah lama aku bingung. Dan sekarang aku juga bingung, mereka semua lelaki yang baik. Ibuk, aku bingung. Anakmu bingung! Siapakah sebenarnya di antara mereka yang sebenarnya adalah garwoku? Sigaraning nyowoku? Siapakah dia?


Ibuk, anakmu bingung!Ibuk, aku ingin dia adalah lelaki yang baik seperti bapak. Yang sangat sayang dan cinta kepada ibuk. Yang setia dan sayang kepada keluarga dan anak-anaknya. Seperti bapak yang selalu menjadi teman ibuk. Tak pernah ingin di atas atau di depan ibuk. Tentu saja bapak tak bisa melakukan itu karena bapak sangat sayang pada ibuk. Bapak ingin selalu berada di samping ibuk, untuk menjaga ibuk. Berjalan beriringan dengan ibuk. Berbincang dengan ibuk. Ibuk! Anakmu sudah gede,

0 komentar:

Posting Komentar